Senin, 28 Mei 2018

Pulau Jeju Yang Bikin Gak Mau Pulang

Pulau Jeju Yang Bikin Gak Mau Pulang

Wisata alam, budaya sampai sejarah ada di Pulau Jeju. Inilah destinasi wisata di Korea Selatan yang bikin nggak mau pulang.

Menghabiskan akhir minggu ke luar negeri selalu menjadi pengalaman seru karena jauhnya jarak serta mepetnya waktu membuat kita harus benar-benar merencanakan liburan dengan efisien dan efektif. Dengan waktu dan dana terbatas saya harus berputar otak agar mendapatkan tiket dan hotel yang murah selama di Jeju. Jeju menjadi pilihan buat saya yang sudah bosan traveling di dalam negeri, juga karena tiket pesawat sedang mahal-mahalnya.

Selain itu di Jeju banyak variasi obyek wisata mulai dari wisata alam, budaya, sejarah hingga kulinernya. Setiba di Jeju, cuaca dingin langsung menyergap dengan suhu sekitar 4 derajat Celcius. Di sana hanya ada transportasi bus kota, namun enaknya semua bis sudah tersedia WiFi jadi kita tinggal buka aplikasi peta dan cari rute bis terdekat menuju tujuan. Selain bis, hampir di semua halte, tempat wisata, dan tempat umum tersedia WiFi gratis sehingga saya tak perlu lagi menyewa WiFi atau mengganti kartu SIM.

Karena waktu sudah agak sore, hari pertama saya hanya bisa mengunjungi pantai Yongduam Rock yang terkenal karena batuannya berwarna hitam seperti bekas tumpahan magma dari gunung Halla atau Hallasan yang merupakan gunung tertinggi di Korea. Malamnya saya sempatkan waktu untuk mengelilingi Dongmun Market yang terkenal dengan barang-barang murah serta makanan khas Koreanya.

Esoknya saya langsung ke tujuan utama yaitu mendaki Gunung Halla atau disebut Halla-san dalam bahasa Korea. Berhubung usia sudah tua, saya tidak mendaki ke puncak utamanya (Baerokdam) tapi ke puncak lain yang jaraknya tak jauh dari gerbang Eorimok yaitu puncak Seongpanak. Jaraknya lumayan juga jalan kaki dari halte di tepi jalan 1100 Highway ke pintu gerbang Eorimok sekitar 1 km, ditambah dari pintu gerbang ke puncak sekitar 1,3 km bolak-balik.

Setelah puas menikmati puncak Seongpanak, saya kembali turun menuju ke Seogwipo, kota terbesar kedua setelah Jeju City. Di sini terdapat kompleks wisata Jungmun Resort yang di dalamnya terdapat beberapa obyek wisata musium seperti Musium Teddy Bear, Musium Believe It or Not, dan Mueium K-Pop.

Selain itu juga ada wisata pantai dan air terjun, namun karena sudah sore saya hanya sempat ke Musium K-Pop saja. Selesai menikmati sajian musik di musium K-Pop, saya berangkat menuju ke sebuah desa tradisional dimana terdapat rumah-rumah kuno khas Korea. Namun di perjalanan saya harus berganti bis di Terminal Seogwipo.

Sambil menunggu bis ke tujuan akhir, saya jalan-jalan di belakang terminal, ternyata terdapat stadion Jeju yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea. Tak terasa setengah jam berkeliling stadion termasuk melihat Musium Erotis di bagian bawah stadion, perjalanan dilanjutkan menuju Seongeup Folk Village dengan transit di kota kecil Seongeup untuk berganti bis. Walau kota kecil namun tersedia juga wifi di halte bisnya sehingga saya bisa memperkirakan naik bis apa ke desa tradisional tersebut.

Sayangnya waktu sudah mendekati Maghrib ketika tiba di sana dan bagian dalamnya sudah tutup sehingga saya hanya bisa melihat-lihat dari luarnya saja. Namun rumah-rumahnya masih bisa difoto dengan jelas walau kurang cahaya. Rumah tradisionalnya sendiri terbuat dari tumpukan batu dengan atap rumbia dan berkumpul dalam satu kompleks tertentu.

Hari terakhir saya kembali ke Dongmun Market untuk berbelanja oleh-oleh sebelum pulang ke Jakarta. Di sini produk kosmetik harganya murah sehingga mata jadi gelap untuk memborong beberapa kantong masker wajah yang menjadi oleh-oleh favorit. Sayangnya hanya produk kosmetik yang murah, lainnya termasuk makan cukup mahal di sini.

Sekali makan bisa habis 150 ribu Rupiah sehingga untuk mengirit saya hanya makan roti di siang hari dan makan berat malam harinya. Sorenya saya kembali terbang ke Jakarta dengan membawa kenangan indah walau kunjungannya terlalu singkat, hanya efektif dua hari saja namun sudah mengitari setengah dari pulau Jeju. Suatu saat saya akan kembali lagi bersama keluarga untuk mengunjungi pulau tersebut.